Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melakukan observasi mendalam terhadap fenomena kesenian Garuda Wisnu Satria Muda (GWSM) di Desa Sumberarum, Tempuran, Magelang pada Selasa (13/1).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Rural Tourism Empowerment. Mahasiswa ingin membedah bagaimana kekuatan digital mampu mengangkat potensi lokal hingga dikenal secara nasional dan menarik minat kunjungan wisatawan.
GWSM kini menjadi ikon baru dengan pengikut mencapai 7,1 juta subscribers di YouTube. Capaian ini menjadi bukti bahwa kesenian lokal dapat menyasar semua kalangan jika dikemas dengan strategi komunikasi dan produksi konten yang tepat.
Yuswo Wahyu Santoso, selaku pendiri GWSM, mengungkapkan bahwa lonjakan karier kelompoknya dimulai sejak tahun 2020. Konsistensi dalam mengunggah konten menarik mulai dari lagu, tari, hingga film menjadi kunci kesuksesan mereka saat ini.
“Agar GWSM tetap sustain, kita harus pintar melihat kebutuhan pasar yang sedang hype dan menyuguhkan konten unforgettable yang mampu menyentuh emosi penonton,” ungkap Yuswo saat ditemui tim mahasiswa di kediamannya.
Fenomena kepopuleran GWSM di jagat maya secara langsung berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan ke Desa Sumberarum. Hal ini membuka mata publik bahwa desa ini memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi desa wisata yang unggul.
Selain atraksi seni, Sumberarum menyimpan ragam destinasi menarik seperti pemandian air panas, rafting, hingga lembah madu. Keanekaragaman ini memperkuat posisi Sumberarum untuk menjadi destinasi sustainable berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.
Melalui observasi ini, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berharap pola komunikasi digital yang dilakukan GWSM dapat diadopsi oleh pengelola wisata lain di Sumberarum demi mewujudkan desa wisata yang mandiri dan kompetitif.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menggelar sosialisasi literasi digital berbasis nilai Pancasila bagi siswa MTsN 2 Kota Magelang sebagai upaya nyata menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan dekadensi moral di era digital.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (14/11) ini menyasar siswa kelas VII sebagai kelompok usia yang mulai aktif bersosial media. Agenda ini merupakan implementasi mata kuliah Kewarganegaraan yang diampu oleh dosen Fadil Muhammad.
Tujuan utama dari aksi lapangan ini adalah membekali peserta didik agar mampu menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab. Mahasiswa mengajak siswa mengenali ciri-ciri hoaks dan dampak buruk ujaran kebencian bagi persatuan bangsa.
Selain aspek teknis, sosialisasi ini menekankan pada fondasi moral. Siswa diajak memahami bahwa interaksi di ruang digital harus tetap selaras dengan etika dan nilai-nilai luhur Pancasila guna mencegah penurunan standar moral di kalangan pelajar.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi kelompok dan bedah kasus sederhana. Hal ini membuat para siswa lebih mudah mencerna materi yang berat menjadi pengalaman belajar yang sangat menyenangkan dan tidak membosankan.
Guru BK MTsN 2 Kota Magelang, Yuyun Mashurwati., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa ini. Menurutnya, sosialisasi ini sangat membantu sekolah dalam mengarahkan anak didik agar lebih bijak dalam bersosial media.
“Terima kasih, sangat membantu adik-adiknya. Melalui sosialisasi ini, anak-anak jadi paham bagaimana bijak bersosial media dan mereka terlihat sangat antusias mengikuti sesi materi,” ujar Yuyun saat ditemui di lokasi kegiatan.
Antusiasme senada disampaikan oleh Faqih dan Salsabilla, siswa kelas VII. Mereka mengaku mendapatkan pengalaman baru yang seru. “Materinya gampang dipahami dan seru banget, Kak. Harapannya ke depan bisa ada lagi kegiatan seperti ini,” tutur mereka.
Harapannya, melalui literasi digital berbasis Pancasila ini, siswa MTsN 2 Kota Magelang mampu menjadi generasi cerdas yang memiliki fondasi moral kuat dalam menghadapi kompleksitas tantangan era digital di masa depan.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam tim MimiClay sukses mencuri perhatian publik dalam Pameran Edukasi Magelang yang digelar oleh SMA N 1 Kota Magelang pada Sabtu (10/01). Stand Mimi Clay ini tergabung jadi satu dnegan stand PMB UNIMMA.
Kegiatan bergengsi yang berlangsung di Gedung Tri Bhakti ini diikuti oleh 80 universitas ternama di Indonesia. Kehadiran MimiClay sebagai produk wirausaha mahasiswa yang lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) menjadi bukti nyata kualitas karya mahasiswa Ilkom di kancah nasional.
Event tahunan ini juga semakin meriah dengan hadirnya Farhan, seorang influencer sekaligus education content creator ternama. Ribuan siswa SMA/SMK/MA se-Kota dan Kabupaten Magelang yang memadati lokasi pameran menjadi saksi inovasi yang diusung oleh tim mahasiswa ini.
Jihan, selaku ketua tim MimiClay, mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan kolaborasi ini. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan dalam event besar ini menjadi batu loncatan agar MimiClay semakin dikenal luas oleh masyarakat sekaligus memotivasi siswa untuk lanjut ke perguruan tinggi.
“Kami sangat senang bisa diajak berkolaborasi dalam event ini. Selain memperkenalkan produk, kami juga berharap kehadiran kami bisa menarik minat siswa-siswi yang hadir untuk terus menata masa depan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Jihan.
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti. Beliau merasa bangga melihat perkembangan MimiClay yang awalnya merupakan tugas kuliah, namun kini mampu bertransformasi menjadi unit usaha yang dipercaya mengisi stand di kegiatan berskala nasional.
“Ini adalah pencapaian luar biasa bagi prodi. Mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tapi mampu membuktikan bahwa tugas kuliah mereka memiliki nilai jual dan daya saing tinggi hingga lolos P2MW dan dikenal luas oleh masyarakat di luar kampus,” ungkap Lintang Muliawanti.
Keberhasilan MimiClay dalam Pameran Edukasi Magelang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA lainnya untuk terus berinovasi dan berani membawa karya mereka ke ranah publik yang lebih luas.
HHimpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMANIKA) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menyelenggarakan road show perdana dalam rangka menyambut Milad Prodi dengan menghadirkan deretan alumni kompeten. Agenda bertajuk “Meet The Alumni” yang digelar di Kedai Pasaban ini menyoroti pergeseran tren komunikasi melalui materi khusus mengenai tantangan dan peluang di era PR 4.0.
Narasumber kedua, Khaorunnisa, membawakan materi yang sangat relevan dengan kondisi industri saat ini, yaitu Public Relations 4.0. Dalam sesinya, ia menjelaskan bahwa praktisi komunikasi masa kini wajib menguasai pemanfaatan data besar (Big Data) dan kecerdasan buatan (AI) untuk merancang kampanye komunikasi yang lebih presisi, efisien, dan berdampak luas bagi audiens digital yang semakin kritis.
Lebih lanjut, Khaorunnisa menekankan bahwa menjadi seorang PR di era sekarang menuntut profil yang multi-talent. Seorang praktisi tidak lagi hanya pandai berbicara di depan publik, tetapi juga harus menguasai ekosistem konten digital secara utuh. Hal ini mencakup kemampuan memproduksi konten kreatif, manajemen admin media sosial yang responsif, hingga penguasaan layanan hospitality untuk menjaga kenyamanan dan kepuasan stakeholder.
Pemaparan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang didominasi oleh mahasiswa angkatan muda. Zikhru Aulia selaku ketua panitia menambahkan bahwa materi ini sengaja dihadirkan agar mahasiswa memiliki kesiapan mental dan teknis dalam menghadapi disrupsi teknologi di dunia kerja yang menuntut adaptasi cepat terhadap berbagai peran sekaligus (multi-tasking) dalam satu fungsi komunikasi.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman mengenai PR 4.0 yang komprehensif akan memperkuat profil lulusan prodi di mata industri. Beliau berharap diskusi ini memicu semangat mahasiswa untuk terus berinovasi sehingga tercipta jaringan relasi yang kuat antara alumni penggerak industri dan mahasiswa yang sedang berproses di kampus.
Penutupan sesi materi PR 4.0 di Kedai Pasaban menandai langkah awal mahasiswa untuk menjadi komunikator digital yang handal di masa depan. Melalui “Meet The Alumni”, Ilmu Komunikasi UNIMMA terus berkomitmen memperpendek jarak antara teori di kelas dengan praktik nyata di industri kreatif yang kini menuntut kompetensi serba bisa di tengah pesatnya teknologi digital.
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMANIKA) Universitas Muhammdiyah Magelang UNIMMA sukses menyelenggarakan kegiatan road show perdana dalam rangka menyambut ulang tahun program studi yang dimulai pada 10 Januari 2026. Bertempat di Kedai Pasaban, Mertoyudan, rangkaian acara diawali dengan agenda “Meet The Alumni” yang secara khusus membedah pentingnya kemampuan Creative Thinking bagi calon praktisi komunikasi.
Kegiatan ini menghadirkan ruang diskusi yang mendalam mengenai bagaimana pola pikir kreatif menjadi modal utama dalam memenangkan persaingan di industri saat ini. Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa creative thinking bukan sekadar tentang estetika visual, melainkan sebuah metode sistematis untuk menemukan solusi unik atas berbagai permasalahan komunikasi yang muncul di tengah masyarakat maupun perusahaan profesional.
Mahasiswa dibekali pemahaman bahwa ide yang bernilai mahal lahir dari penggabungan antara riset yang kuat dan empati terhadap audiens. Teknik-teknik mendobrak kebuntuan ide (creative block) juga dibahas secara interaktif, di mana mahasiswa diajak untuk lebih berani melakukan observasi radikal dan tidak hanya menjadi pengikut tren yang sudah ada, melainkan menjadi pencipta narasi baru yang orisinal.
Ketua Panitia kegiatan, Zikhru Aulia, menyebutkan bahwa agenda ini sengaja mendatangkan alumni lintas generasi, termasuk angkatan pertama, untuk mempererat rasa kekeluargaan. Melalui sesi sharing ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari pengalaman nyata para senior mengenai bagaimana mengeksekusi ide kreatif yang efektif dan berdampak luas di dunia kerja yang sesungguhnya.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, menyambut hangat inisiatif ini dan berharap melalui “Meet The Alumni”, seluruh angkatan dapat membangun relasi yang kuat. Beliau menekankan bahwa penguasaan creative thinking akan memperkuat profil lulusan Ilmu Komunikasi UNIMMA sehingga mampu menjadi pribadi yang unggul, inovatif, dan siap berkontribusi bagi perkembangan industri komunikasi.
Kegiatan “Meet The Alumni” di Kedai Pasaban ini akhirnya ditutup dengan semangat kolaborasi yang tinggi. Melalui pemahaman cara berpikir kreatif yang lebih tajam, HIMANIKA UNIMMA berkomitmen untuk terus menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa agar siap melahirkan inovasi-inovasi segar yang bermanfaat bagi almamater dan masyarakat luas.
Rangkaian road show peringatan ulang tahun Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resmi dibuka dengan agenda spesial bertajuk “Meet The Alumni”. Bertempat di Kedai Pasaban pada Sabtu (10/01), kegiatan yang diinisiasi oleh HIMANIKA UNIMMA ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai dunia kerja, salah satunya membedah peran strategis Corporate Public Relations (PR).
Hikmawati Fajri Devi Saftri, alumnus sukses yang kini berkarier sebagai praktisi komunikasi, hadir sebagai narasumber utama untuk membedah materi Corporate PR. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa tugas seorang praktisi PR di perusahaan bukan sekadar membangun citra, melainkan menjaga integritas dan kepercayaan pemangku kepentingan secara berkelanjutan di tengah dinamika bisnis yang kompetitif.
Ketua Panitia, Zikhru Aulia, menyebutkan bahwa kehadiran alumni lintas generasi, termasuk angkatan pertama, memberikan perspektif yang kaya bagi mahasiswa aktif. “Melalui pemaparan materi dari Kak Hikmawati, kami mendapatkan gambaran nyata bahwa komunikasi korporat memerlukan ketenangan dalam manajemen krisis dan ketajaman dalam menjalin hubungan media,” ujarnya di sela-sela acara.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, memberikan sambutan hangat dan mengapresiasi keberlanjutan relasi ini. Beliau berharap materi Corporate PR yang disampaikan mampu memotivasi mahasiswa untuk membekali diri dengan kompetensi manajerial sejak dini agar mampu menjadi lulusan yang unggul dan siap bersaing di level nasional maupun internasional.
Kegiatan yang berlangsung akrab ini membuktikan bahwa sinergi antara dunia akademik dan praktisi sangat krusial. Materi Corporate PR dalam agenda “Meet The Alumni” diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam memahami kompleksitas komunikasi di lingkup perusahaan profesional guna menata masa depan karier yang gemilang.