Magelang, 18 Desember 2024 – Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) baru saja melaksanakan edukasi kebencanaan di KB Aisyiyah Insan Mulia II, Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Magelang. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 16 Desember 2024, sebagai bagian dari penugasan mata kuliah Komunikasi Pembangunan Daerah yang diampu oleh Alan Kusuma, M.I.Kom.
Edukasi kebencanaan ini dirancang dengan metode interaktif dan menyenangkan untuk menumbuhkan jiwa kesiapsiagaan bencana pada anak-anak. Berbagai permainan edukatif disajikan untuk memperkenalkan langkah-langkah dasar dalam menghadapi potensi erupsi Gunung Merapi. Tak hanya itu, peserta juga diajak melakukan eksperimen seru berupa simulasi erupsi gunung dengan menggunakan bahan utama baking soda dan cuka. Pendekatan ini dipilih agar anak-anak dapat memahami konsep bencana secara visual dan praktis.

Meski sederhana, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari anak-anak yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Dengan latar belakang bahwa daerah ini belum pernah mendapatkan edukasi kebencanaan sebelumnya, penyuluhan ini menjadi upaya penting untuk memberikan bekal pengetahuan dasar kepada anak-anak sejak dini.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman awal bagi anak-anak tentang kesiapsiagaan bencana, tetapi juga menginspirasi berbagai pihak untuk mengadakan kegiatan serupa di daerah rawan bencana lainnya. Melalui langkah ini, diharapkan generasi muda yang tinggal di sekitar Gunung Merapi dapat tumbuh menjadi individu yang lebih tanggap dan siap menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.

Temanggung, 14 Desember 2024 – Beberapa mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bersama pengurus Posyandu Mawar Desa Kemiri Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung melaksanakan kegiatan rutin pengecekan kesehatan pada bayi dan balita. Kegiatan Posyandu rutin dilaksanakan setiap bulan, di minggu ke-3 yang dihadiri oleh warga Desa Kemiri. Kolaborasi antara mahasiswa dengan pihak Posyandu dilakukan dalam rangka pemenuhan tugas akhir semester pada mata kuliah komunikasi pembangunan, yang bertujuan untuk mengetahui langsung bagaimana kondisi komunikasi dalam pembangunan yang ada di desa.
Kegiatan ini dimulai dari melakukan pengecekan terhadap tumbuh kembang anak, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan diakhiri dengan sosialisasi. Diketahui dari 45 anak yang ada di Desa Kemiri, 4 anak diantaranya mengalami stunting atau gizi buruk. Sehingga dengan adanya program kegiatan Posyandu Mawar yang selalu melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), diharapkan dapat mengurangi jumlah anak yang mengalami gizi buruk.

Romiyati, bidan yang bertugas di Posyandu Mawar menjelaskan bahwa penyebab stunting yang ada di Desa Kemiri disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada Ibu hamil saat mengandung, hingga kurangnya nafsu makan pada anak atau yang sering disebut Gerakan Tutup Mulut (GTM).
“Kalau kita (pengurus Posyandu Mawar) selalu memberikan edukasi pada Ibu hamil untuk selalu mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi untuk membantu pertumbuhan janin. Anak-anak juga sering kita kasih PMT setiap ada kegiatan ini, supaya misalnya ada anak yang GTM dirumah tuh bisa lebih nafsu makan kalo makannya bareng yang lain,” jelasnya
Badriyah, salah satu pengurus Posyandu Mawar menungkapkan rasa terimakasihnya kepada mahasiswa UNIMMA karena telah bersedia membantu kegiatan dalam bentuk material maupun non material.
“Terimakasih banyak buat mas mbak yang sudah membantu acara ini dan juga memberikan PMT untuk kegiatan Posyandu kali ini, semoga apa yang sudah diberikan bisa bermanfaat bagi mereka yang masih dalam proses pertumbuhan,” ucapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Kemiri tentang pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat. Kolaborasi antara mahasiswa UNIMMA, tenaga kesehatan, dan pengurus Posyandu Mawar menjadi langkah nyata dalam upaya membangun generasi sehat dan bebas stunting. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak di wilayah pedesaan.

Magelang – Deva Wardana, seorang konten kreator ternama yang dikenal dengan karya-karya inspiratifnya, membagikan tips dan pengalaman menciptakan konten yang menarik dan bermakna dalam sesi “Meet The Expert”. Acara ini digelar pada Kamis, 21 November 2024, di Auditorium Unimma Kampus 1, Magelang.
Dalam sesi yang dihadiri ratusan mahasiswa, Deva mengungkapkan rahasia di balik proses kreatifnya. Ia menekankan pentingnya menemukan ide segar, melakukan riset mendalam, dan membangun koneksi emosional dengan audiens melalui pesan yang kuat. Menurutnya, konten yang sukses bukan hanya tentang jumlah penonton atau viralitas, tetapi juga dampak positif dan hubungan jangka panjang yang terjalin dengan audiens.
“Kunci membuat konten yang otentik adalah memahami nilai yang ingin disampaikan. Pesan yang kuat dan relevan akan selalu menemukan tempatnya di hati audiens,” ujar Deva.
Deva juga membagikan tips praktis untuk mahasiswa yang ingin terjun ke dunia kreator konten. Mulai dari cara mengelola ide, menentukan tema yang relevan, hingga menjaga konsistensi. Ia mendorong peserta untuk lebih fokus pada kualitas pesan yang ingin disampaikan daripada sekadar mengejar tren.
Acara yang berlangsung selama dua jam ini memberikan kesempatan langka bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pengalaman Deva. Tak hanya menyerap ilmu, peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi ide, menjadikan acara ini penuh inspirasi dan insight berharga.
“Ini pengalaman yang luar biasa! Saya jadi lebih paham bagaimana membuat konten yang tidak hanya menarik, tapi juga bisa menginspirasi banyak orang,” ungkap salah satu peserta, Rahma, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma.
Sesi “Meet The Expert” dengan Deva Wardana menjadi momen penting bagi generasi muda yang ingin berkarya di dunia digital. Pesannya jelas: konten yang bermakna akan selalu relevan, tak peduli seberapa cepat dunia berubah.
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) film “Tepati Janji”. Acara ini diselenggarakan di Comand Center Room (CCR) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang dan ditujukan khusus untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma).
Sebanyak 53 mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma Magelang beserta 2 orang dosen pendamping diundang untuk menghadiri acara nobar ini. Pemilihan film “Tepati Janji” bukanlah tanpa alasan. Film ini diharapkan dapat menjadi media sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magelang Tahun 2024, khususnya bagi generasi muda.
“Tepati Janji” sendiri merupakan film yang sarat akan pesan moral terkait pentingnya menggunakan hak pilih dan menentukan pilihan dalam pesta demokrasi. Melalui penyajian yang menarik, film ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran politik mahasiswa serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam Pilbup Magelang 2024.
Acara nobar ini dimulai pukul 12.30 WIB hingga selesai. Selain menonton film, para mahasiswa juga diharapkan dapat berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai pesan yang terkandung dalam film “Tepati Janji” serta relevansinya dengan Pilbup Magelang 2024. Dengan menggelar acara nobar ini, KPU Kabupaten Magelang berharap dapat menanamkan nilai-nilai demokrasi dan meningkatkan partisipasi pemilih muda dalam Pilbup Magelang 2024.
Siapa sangka, pengalaman galau karena LDR bisa jadi bahan skripsi yang kece? Alya, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, berhasil buktiin kalau kisah cinta yang bikin baper bisa jadi inspirasi buat bikin riset yang bermanfaat. Awalnya, Alya cuma penasaran aja, apa bener sih komunikasi itu kunci utama buat ngejalanin hubungan jarak jauh? Daripada cuma ngedumel sendiri, dia akhirnya memutuskan buat bikin penelitian. Udah kayak detektif gitu, Alya bikin kuisioner, ngumpulin data dari banyak orang yang lagi LDR, kemudian dianalisa.
Buat ngumpulin data, Alya nyebarin kuisioner ke temen-temennya yang lagi LDR. Ribet sih, tapi seru! Bayangin aja, Alya harus ngobrol sama banyak orang tentang masalah hati. Dari hasil risetnya, Alya menemukan fakta-fakta menarik nih. Ternyata, yang bikin hubungan LDR langgeng itu enggak cuma soal komunikasi, tapi juga faktor-faktor lain kayak dukungan dari keluarga dan teman, kesamaan minat dan tujuan hidup, sama kemampuan buat ngelola emosi.
Hasil riset Alya ini enggak cuma bikin dia dapet nilai bagus, tapi juga berhasil menarik perhatian para ahli di bidangnya. Artikel ilmiah Alya bahkan diterbitkan dalam konferensi internasional. Bukti kalau riset yang berawal dari pengalaman pribadi bisa punya dampak yang besar. Alya berhasil nunjukin kalau ilmu komunikasi itu enggak cuma teori saja, tapi bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Allah tahu apa yang kita pengen dan bakal dikabulin, Kenceng aja doa dan harapannya, banyakin ngeyel nanti pasti diijabah. Ngarep ke Allah gratis kok, dan pasti enggak sia-sia. Meskipun waktunya enggak selalu sesuai sama yang kita mau, tapi pasti ada sendiri di timing yang paling baik. Tugas kita cuma maksimalin peluang buat capai goals itu.” Ujar Alya
Alya percaya bahwa kesuksesannya ini juga berkat doa. “Allah tahu apa yang kita pengen,” ujarnya. Selain itu alya juga menyampaikan, “Makanya, aku selalu berusaha untuk berdoa dan berharap yang terbaik. Meskipun kadang terasa lama, aku yakin kalau semua akan tercapai pada waktu yang tepat. Yang penting kita terus berusaha dan enggak pernah menyerah.”
Jadi, buat kalian yang lagi LDR, jangan putus asa ya! Siapa tahu pengalaman kalian bisa jadi inspirasi buat bikin karya yang bermanfaat buat orang banyak. Sama seperti Alya, kalian juga bisa kok jadi peneliti kece! Inget, setiap pengalaman baik, suka maupun duka, pasti punya nilai yang berharga.
Penulis: Tiffani Anggi
Editor: Alan Kusuma
Melangkah ke dunia baru, mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) menjelajahi seni makan formal yang berkelas dalam acara Table Manner di Hotel Atria Magelang pada 11 Juli 2024. Acara ini menjadi puncak dari mata kuliah Profesional Image, di mana mereka tak hanya mempelajari teori etiket dan tata krama, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dalam suasana elegan dan profesional.
Para mahasiswa didampingi langsung oleh pemandu profesional dari Hotel Atria Magelang. Lebih dari sekadar belajar cara menggunakan alat makan dengan benar, Tabla Manner Ilkom Unimma ini menanamkan nilai-nilai profesionalisme yang penting dalam dunia kerja. Para mahasiswa belajar bagaimana membawa diri dengan sopan dan santun, berkomunikasi dengan baik, dan menunjukkan rasa hormat kepada orang lain.
Selain itu, Tabla Manner juga membantu para mahasiswa untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka. Ketika mereka mampu bersikap dengan baik dan profesional dalam situasi formal, mereka akan merasa lebih yakin dengan kemampuan mereka sendiri. Hal ini akan menjadi modal yang berharga bagi mereka dalam meraih kesuksesan di masa depan.
Acara Tabla Manner Ilkom Unimma ini merupakan bukti komitmen Unimma dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi para mahasiswanya. Bukan hanya membekali mereka dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan keterampilan dan karakter yang dibutuhkan untuk menjadi individu yang sukses dan berdaya guna di masyarakat.
Penulis: Tiffani Anggi
Editor: Alan kusuma